Thursday, May 7, 2026

laki-laki tak bercerita

dunia tak perlu tahu
betapa laki-laki dihinakan, satu langkah dari rumah 

dunia tak perlu tahu
sedalam apa luka di badan dan jiwanya, selepas doa dari pintu rumah

dunia tak perlu tahu
bagaimana laki-laki mengubah tangis jadi tawa, 
satu langkah menuju rumah 

dunia tak perlu tahu 
perang apa yang ganggu isi kepalanya,
sepejaman mata jelang lelap
jika pun ada

dunia bahkan tak boleh tahu
seburuk apa mimpi laki-laki, 
yang menyelinap di antara kegelapan 

dunia tak boleh tahu
seberapa banyak langkah jadi jatuh, 
demi sanggup berlari

dunia tak boleh tahu
sedekat apa laki-laki dengan dosanya, 
untuk menyepikan riuh di dada dan kepalanya

Wednesday, May 6, 2026

here and there

Siapa yang tak mengalami kesulitan saat ini? 

Ada supir taksi yang mulai keluar dari pool-nya sejak pagi buta. Namun hingga azan magrib menjelang, baru 2 penumpang yang menggunakan jasanya. Itu pun masih jauh dari target yang diberikan perusahaan. Padahal, si supir mengaku perusahaannya sudah menurunkan target jauh di bawah target normal, dibanding sebelum pandemi virus corona menghantam seisi dunia, termasuk Indonesia.

Ada pula cerita dari tukang becak yang biasa narik penumpang di komplek perumahan, tak jauh dari perkampungan tempat ia dan keluarga kecilnya tinggal. Sudah 1 bulan terakhir ini, ia dan rekan-rekan sesama tukang becak kesulitan mendapatkan penumpang. 15 tukang becak yang mangkal di depan perumahan besar itu harus bersaing memperebutkan penumpang yang jumlahnya dalam sehari bahkan masih bisa dihitung dengan jari satu tangan. Alhasil, sudah sepekan ini ia memutuskan untuk merumahkan dirinya sendiri, sambil menunggu panggilan dari beberapa langganan tetapnya yang membutuhkan bantuannya. Terkadang, ada langganannya yang memang masih perlu tumpangan becak. Ada pula yang membutuhkan bantuannya untuk membetulkan atap rumah yang bocor. Atau sekedar untuk mengusir tikus dari dalam rumah.

Siapa yang tidak mengalami kesulitan?
 
Hidup memang menyulitkan. 
Hidup memang melelahkan.

Ada yang bilang, di surga nanti lah segala kesulitan dan kelelahan itu hilang. 

Berganti suka, senang, bahagia, yang tanpa akhir. 

Tugas kita di dunia yang melelahkan ini, adalah mempersiapkan tiket dan bekal menuju ke sana.

Ada yang bilang.